Bangunan Bersejarah Di Semarang

kota Semarang telah berdiru sejak 462 tahunyang lalu. melihat usia kota semarang yang mencapai angka empat ratusan, pastinya kota semarang memiliki banyak bangunan bersejarah. pada tulisan ini saya akan menampilkan beberapa bangunan bersejarah di kota semarang.
Taman Srigunting atau Parade Plein









http://semarangan.loenpia.net/bangunan-bersejarah/taman-srigunting-atau-parade-plein.htm

Gereja Katedral Randusari












http://semarangan.loenpia.net/bangunan-bersejarah/gereja-katedral-randusari.htm

Masjid Layur












http://semarangan.loenpia.net/bangunan-bersejarah/masjid-layur-tempat-ibadah-di-kampung-melayu.htm

Gereja Gereformeerd








http://semarangan.loenpia.net/bangunan-bersejarah/gereja-gereformeerd.htm

Reservoir Siranda









http://semarangan.loenpia.net/sejarah/reservoir-siranda-dulu-diracun.htm

Kantor Pos Besar Semarang









http://semarangan.loenpia.net/fasilitas-kota/kantor-pos-besar-semarang.htm

Tugas Tekom

Tema yang diberikan oleeh para Dosen untuk membuat tugas besar Tekom adalah "Pembangunan Kota Karu yang Berwawasan Lingkungan". Pada kelompok kami yaitu kelompok 1, kami sepakat membuat mebuat cerita film tentang sejarah kota lama yang ada di Semarang yaitu pasar johar dan sekitarnya. Tema yang diambil kelompok kami adalah "Membangun Kota Baru Tanpa Meninggalkan Nilai–Nilai Historis". Lokasi syuting kelompok kami berada di sekitar kota lama.

Narasi Film:
Pada sebuah desa terdapat anak yang bernama Asep, Asep adalah seorang yang pemalas, bandel dan sangat membenci pelajaran sejarah. Pada suatu hari pada saat pelajaran sejarah tentang kawasan Johar yang diaajar oleh Bu Suk, tiba – tiba Bu Suk memergoki Asep sedang tidur didalam kelas. Lalu Bu Suk membangunkan Asep dan memberi asep PR untuk membuat sejarah tentang Kawasan Johar.

Pada saat pulang Asep langsung meminta bantuan kepada teman – temannya, tetapi teman – temannya tidak ada yang mau membantu. Kemudian Asep bertanya kepada orang tuanya, tetapimereka tidak mengetahui sejarah tentang kawasan johar. Akhirnya asep memutuskan untuk pergi ke Johar.

Pada saat berjalan asep bertemu dengan mis vandenbosh mereka berbincang bincang mengenai sejarah Johar. Kemudian Asep melanjutkan perjalanannya ditengah perjalanan Asep mendengar percakapan antara Tuan besar dan Jeng kelin yang akan menghancurkan kawasan johar.

Lalu asep mengikuti kedua orang itu. Sampai akhirnya kedua orang itu member surat kontrak kepada ibu walikota. Kemudian Asep bnerlari dan mencegah ibu walikota untuk menandatanganinya. Kemudian Walikota Semarang memberikan penghargaan pada Asep dan menjadikan Kawasan Johar sebagai alternatif wisata sejarah dan pusat sejarah di Kota Semarang. Demi tujuan untuk melestarikan dan melindungi harta bangsa. Pada akhirnya Asep bangga bisa melindungi harta bangsa yang berharga dan sekaligus bias menyelesaikan PR dari Bu Suk. Ia bertekad untuk belajar untuk lebih menghargai sejarah bangsa dengan tidak tidur pada saat guru menerangkan pelajaran sejarah.

Kontribusi
Dalam Tugas Besar ini kontribusi saya yaitu saya ikut membantu mengedit poster bila ada kesalahan, selain itu terkadang saya juga ikut dalam mengedit web. Dalam pembuatan film saya berperan sebagai tuan besar, dan dalam tahap akhir saya ditugaskan untuk membingkai poster. Dalam pembuatan tugas ini saya berberan sebagai koordinator poster .

Saran
saran saya, untuk mata kuliah Tekom semoga Tugas seperti ini masih berlanjut ditahun – tahun berikunya, dan untuk kelompok saya semoga lebih kompak lagi serta jangan menyerah dan tetap semangat

Kota Semarang

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Semarang merupakan salah kota yang dipimpin oleh walikota. Kota ini terletak sekitar 466 km sebelah timur Jakarta, atau 312 km sebelah barat Surabaya. Semarang berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Demak di timur, Kabupaten Semarang di selatan, dan Kabupaten Kendal di barat.


GEOGRAFIS

Daerah dataran rendah di Kota Semarang sangat sempit, yakni sekitar 4 kilometer dari garis pantai. Dataran rendah ini dikenal dengan sebutan kota bawah. Kawasan kota bawah seringkali dilanda banjir, dan di sejumlah kawasan, banjir ini disebabkan luapan air laut (rob). Di sebelah selatan merupakan dataran tinggi, yang dikenal dengan sebutan kota atas, di antaranya meliputi Kecamatan Candi, Mijen, Gunungpati, dan Banyumanik


SEJARAH

Sejarah Semarang berawal kurang lebih pada abad ke-8 M, yaitu daerah pesisir yang bernama Pragota (sekarang menjadi Bergota) dan merupakan bagian dari kerajaan Mataram Kuno. Daerah tersebut pada masa itu merupakan pelabuhan dan di depannya terdapat gugusan pulau-pulau kecil. Akibat pengendapan, yang hingga sekarang masih terus berlangsung, gugusan tersebut sekarang menyatu membentuk daratan. Bagian kota Semarang Bawah yang dikenal sekarang ini dengan demikian dahulu merupakan laut. Pelabuhan tersebut diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu sekarang dan memanjang masuk ke Pelabuhan Simongan, tempat armada Laksamana Cheng Ho bersandar pada tahun 1405 M. Di tempat pendaratannya, Laksamana Cheng Ho mendirikan kelenteng dan mesjid yang sampai sekarang masih dikunjungi dan disebut Kelenteng Gedong Batu (Sam Poo Kong).

Pada akhir abad ke-15 M ada seseorang ditempatkan oleh Kerajaan Demak, dikenal sebagai Pangeran Made Pandan, untuk menyebarkan agama Islam dari perbukitan Pragota. Dari waktu ke waktu daerah itu semakin subur, dari sela-sela kesuburan itu muncullah pohon asam yang arang (bahasa Jawa: Asem Arang), sehingga memberikan gelar atau nama daerah itu menjadi Semarang.

Sebagai pendiri desa, kemudian menjadi kepala daerah setempat, dengan gelar Kyai Ageng Pandan Arang I. Sepeninggalnya, pimpinan daerah dipegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II (kelak disebut sebagai Sunan Bayat). Di bawah pimpinan Pandan Arang II, daerah Semarang semakin menunjukkan pertumbuhannya yang meningkat, sehingga menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Pajang. Karena persyaratan peningkatan daerah dapat dipenuhi, maka diputuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten. Pada tanggal 2 Mei 1547 bertepatan dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, tanggal 12 rabiul awal tahun 954 H disahkan oleh Sultan Hadiwijayasetelah berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga. Tanggal 2 Mei kemudian ditetapkan sebagai hari jadi kota Semarang

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Semarang